Dalam sesi Senpai Story kali ini, IKAPESI Indonesia menghadirkan dua tokoh sentral yang telah lama berkecimpung dalam dunia pemagangan Jepang: Pranyoto Widodo, Ketua Umum IKAPESI, dan Suroyo, Wakil Ketua Umum. Keduanya membagikan perjalanan hidup yang penuh perjuangan, nilai-nilai disiplin, dan dedikasi yang mereka bawa hingga menjadi pengusaha dan penggerak komunitas alumni pemagangan Jepang di Indonesia.
Perjalanan Pranyoto Widodo: Dari Magang di Jepang hingga Mendirikan Perusahaan Sendiri
Pranyoto Widodo—alumni angkatan ’59 dari Lembang—memulai perjalanan magangnya pada tahun 1998, tepat ketika Indonesia dilanda kerusuhan Mei. Beruntung, ia ditempatkan di Kawasaki dan kemudian Saitama, bekerja di bidang permesinan selama tiga tahun.
Sekembalinya ke Indonesia, Pranyoto bekerja di Honda Precision Parts Manufacturing, salah satu perusahaan dengan standar manajemen Jepang yang sangat ketat. Dari sanalah ia menyerap ilmu leadership, manajemen kualitas, dan budaya kerja disiplin ala Jepang.
Pengalaman panjang itu akhirnya mengantarkan Pranyoto mendirikan PT Bima Yosindo Utama, perusahaan yang kini telah berjalan lebih dari enam tahun dan turut menyerap banyak tenaga kerja.
Ia mengenal IKAPESI pada 2018, hingga kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum. Menurutnya, IKAPESI adalah wadah penting untuk:
- memperkuat jaringan alumni,
- saling mengembangkan usaha,
- membuka peluang akses pelatihan dan kerja ke Jepang,
- serta menyalurkan potensi alumni agar tidak “salah jalan” setelah pulang.
Suroyo: Dari Instruktur BLK hingga Pengusaha dan Penggerak Komunitas
Suroyo memulai perjalanan sebagai instruktur honorer Teknologi Mekanik di BLK Bandung tahun 1991–1992. Setelah lolos seleksi ketat pemagangan, ia dikirim ke Jepang pada 1995.
Berbeda dengan gambaran glamor yang sering muncul, Suroyo ditempatkan di perusahaan kecil di pedesaan wilayah Oita. Justru dari situlah ia menyerap nilai-nilai yang membentuk karakter kerja:
- disiplin tinggi,
- kejujuran,
- kebersamaan,
- serta kemampuan hidup sederhana dan menabung.
Setelah pulang, pengalaman dan jaringan alumni membuatnya masuk ke berbagai industri manufaktur. Ia melihat potensi besar alumni pemagangan untuk membangun usaha sendiri, terutama karena budaya kerja Jepang sudah tertanam kuat.
Apa Itu IKAPESI dan Mengapa Penting bagi Alumni Magang?
IKAPESI (Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia) berdiri sejak 2013 dan menjadi wadah bagi alumni pemagangan Jepang dari berbagai program—baik pemerintah maupun lembaga mandiri.
Peran strategis IKAPESI:
Menjadi jembatan informasi resmi
IKAPESI bekerja sama dengan:
- Kemenaker,
- KBRI Jepang,
- Japan Foundation,
- serta berbagai pemerintah daerah.
Termasuk dalam pengembangan buku pembelajaran bahasa Jepang seperti Minna no Nihongo dan Irodori.
Mendorong wirausaha alumni
Banyak alumni sukses di berbagai sektor:
- manufaktur,
- perbengkelan,
- logistik,
- pertanian modern (smart farming),
- pendidikan,
- hingga industri makanan dan kerajinan.
IKAPESI membantu alumni mencari mentor sesuai bidangnya.
Membuka peluang kerja ke Jepang
Termasuk program:
- Magang (Kenshusei)
- Tokutei Ginou (SSW)
- Program Smart IKAPESI, yaitu jalur seleksi terpadu untuk penempatan yang lebih cepat dan tepat.
Mendukung pemerintah daerah
Beberapa daerah yang sudah bekerja sama:
Ponorogo, Karanganyar, Lombok, Grobogan, dan akan terus bertambah.
Peluang Besar untuk Generasi Muda Indonesia
Pranyoto menegaskan bahwa Jepang bukan sekadar tempat mencari penghasilan, tetapi:
1. Tempat menjadi pintar
Bahasa Jepang, etos kerja, dan profesionalitas.
2. Tempat membangun modal
Banyak anak muda pulang dengan tabungan puluhan hingga ratusan juta rupiah.
3. Tempat menjadi sukses
Banyak alumni pulang dan menjadi pengusaha manufaktur, bengkel, pertanian, logistik, dan lainnya.
Sektor paling dibutuhkan di Jepang saat ini:
- Driver logistik (kebutuhan mencapai puluhan ribu orang)
- Kaigo (perawat lansia)
- Konstruksi
- Manufaktur
- Food processing
Pesan Penting untuk Kaum Muda Indonesia
Wakil Ketua Umum Suroyo memberikan pesan tegas:
- Cari informasi hanya dari jalur resmi IKAPESI (website, kantor DPP, DPD, DPC).
- Ikuti prosedur, jangan tergiur janji instan.
- Siapkan:
- fisik,
- mental,
- bahasa Jepang,
- dan keseriusan.
- Setelah pulang dari Jepang, jangan ragu bergabung dengan komunitas alumni untuk membangun usaha dan jejaring.
Penutup: Semangat untuk Generasi Penerus
Sesi Sempai Story kali ini mengingatkan bahwa kesuksesan bukan hanya soal keberuntungan, tetapi proses panjang, karakter kuat, dan komunitas yang saling mendukung.
IKAPESI hadir sebagai tempat berkumpul, belajar, dan tumbuh bersama demi masa depan alumni pemagangan Jepang yang lebih cerah.



