Bekasi – Ikatan Pengusaha Kenshushei Indonesia (IKAPEKSI) menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali pada September 2025. Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir yang berdampak besar terhadap warga, infrastruktur, serta aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Ketua Umum IKAPEKSI, Pranyoto Widodo, menegaskan bahwa bencana ini tidak hanya mengganggu kehidupan masyarakat, tetapi juga memberi tekanan pada keberlangsungan dunia usaha.
“Kami atas nama keluarga besar IKAPEKSI turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Bali. Doa kami menyertai para korban, semoga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujar Pranyoto, Jumat (12/9/2025).
Anggota IKAPEKSI Terdampak Banjir Bali
Pranyoto mengungkapkan, sebagian anggota IKAPEKSI yang berdomisili di Bali ikut merasakan langsung dampak bencana ini. Kondisi tersebut membuat pihaknya mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Dunia Usaha Didorong Peduli Bencana
IKAPEKSI juga mengajak pelaku usaha, khususnya di sektor manufaktur dan kawasan industri, untuk meningkatkan kepedulian terhadap korban bencana alam. Menurut Pranyoto, perusahaan dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial (CSR) maupun dukungan lewat jejaring bisnis yang dimiliki.
“Bencana ini menjadi pengingat bagi dunia usaha untuk lebih memperhatikan aspek lingkungan serta kesiapan menghadapi perubahan iklim. Kami mendorong perusahaan di kawasan industri untuk tetap berkomitmen pada prinsip keberlanjutan,” tegasnya.
Komitmen Keberlanjutan
IKAPEKSI menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam menghadapi tantangan bencana alam di masa depan. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan pemulihan Bali dapat berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.



