Perjalanan dari Jepang Menuju Dunia Percetakan
Kisah satu ini datang dari Samsul Hadi, alumni IM Jepang angkatan 131, yang kini dikenal sebagai salah satu pengusaha digital printing terbesar di Lombok. Waktu diwawancarai, beliau bercerita dengan santai bagaimana semua ini bermula dan jujur, ceritanya benar-benar penuh inspirasi.
Samsul memulai kisahnya dari keputusan besar: berangkat ke Jepang. Tapi ternyata, sebelum berangkat sekalipun, ia sudah punya mimpi. “Kami sudah ada niatan untuk membuka percetakan,” ujarnya. Artinya, Jepang bukan sekadar tempat bekerja itu adalah tempat belajar, mengumpulkan ilmu, pengalaman, dan modal untuk membangun usaha yang selama ini diimpikan.
2006: Tahun Kepulangan, Tahun Dimulainya Usaha
Setelah pulang dari Jepang pada tahun 2006, Samsul tidak menunggu lama. Ia langsung merintis usaha percetakan kecil-kecilan. Tidak ada yang instan, tidak ada yang langsung besar. Semua dimulai dari skala yang sederhana.
Namun, keyakinan dan kemauan belajar membuat usahanya berkembang cepat. Dari sekadar percetakan kecil, kini ia telah mengembangkan bisnis ke berbagai lini:
- Digital printing
- Sablon sublimasi
- Pembuatan jersey custom
- Percetakan umum lainnya
Kerja keras bertahun-tahun itu akhirnya membuahkan hasil: usahanya kini dikenal sebagai salah satu percetakan digital printing terbesar di wilayahnya.
Dari Tanah Sasak untuk Indonesia Raya
Hal unik lainnya adalah produk rokok lokal yang ia perkenalkan bersama rekan-rekan sesama alumni Jepang. Dengan slogan kuat, “Dari Tanah Sasak untuk Indonesia Raya,” produk ini menjadi simbol kebanggaan dan identitas lokal.
Dalam video tersebut, sambil bercanda Samsul menunjukkan produknya dan mempromosikannya dengan gaya yang menghibur. Nuansa persahabatan, lokalitas, dan kreativitas ini memperlihatkan bahwa usaha bukan hanya soal profit—tapi juga soal identitas dan kebersamaan.
Belajar dari Dedikasi dan Konsistensi
Kisah Samsul memiliki pesan kuat bagi pelaku usaha:
- Mimpi harus ditanam sejak awal. Ia memulai usahanya bukan dari kebingungan, tapi dari niat yang sudah ia rencanakan jauh sebelum pulang.
- Ilmu dan pengalaman itu penting. Jepang menjadi titik pembelajaran yang menghasilkan mindset kerja profesional dan disiplin.
- Mulai dari kecil bukan masalah. Yang penting, ada perkembangan, keberanian mencoba, dan inovasi.
- Identitas lokal itu berharga. Slogan “Dari tanah Sasak untuk Indonesia Raya” menunjukkan kebanggaan akan asal-usul.
Penutup
Kisah ini bukan sekadar cerita usaha; ini adalah bukti bahwa mimpi besar butuh keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk merawat. Dari perjalanan ke Jepang hingga membangun percetakan besar di Lombok, Syamsul Hadi berhasil menunjukkan bahwa kerja keras selalu menemukan jalannya.



