Bintan, Kepri — Dalam upaya memperluas jaringan kemitraan dan membuka potensi industri baru di daerah, IKAPEKSI Indonesia DPD Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Free Trade Zone (FTZ) di Kabupaten Bintan. Kunjungan ini menggandeng berbagai pihak strategis, termasuk APINDO, instansi pemerintah daerah, pelaku usaha kawasan, serta manajemen PT Bintan Alumina Indonesia.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. IKAPEKSI Indonesia bersama mitra-mitranya fokus menggali peluang kerja sama konkret dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan UMKM ekspor, dan menarik minat investor untuk membangun industri manufaktur dan hilirisasi di kawasan tersebut.
Peluang Kerja Sama yang Terbuka Lebar
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, DPD IKAPEKSI Kepri mempresentasikan berbagai program unggulan yang siap dikolaborasikan dengan pelaku industri di KEK dan FTZ. Beberapa poin kerja sama yang menjadi highlight antara lain:
- Penyediaan SDM terlatih dan siap kerja dari alumni program pelatihan luar negeri IKAPEKSI
- Pendampingan vokasi dan pelatihan industri berbasis kebutuhan perusahaan kawasan
- Fasilitasi kemitraan antara UMKM binaan IKAPEKSI dan perusahaan kawasan industri
Dukungan dari pihak KEK dan FTZ, termasuk dari PT Bintan Alumina Indonesia, membuka ruang kolaborasi yang sangat potensial untuk memberdayakan tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan produktivitas industri.
Mendukung Program Pemerintah Daerah dan Pusat
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah, baik di tingkat Kabupaten Bintan maupun Provinsi Kepulauan Riau. Fokus utamanya adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor industri, perluasan lapangan kerja, dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Kehadiran IKAPEKSI sebagai organisasi alumni pelatihan kerja luar negeri memberi keunggulan strategis karena anggotanya telah memiliki pengalaman, kompetensi global, serta jaringan internasional yang bisa dioptimalkan untuk program vokasi maupun kerja sama lintas negara.

Menarik Investor untuk Bangun Industri Lokal
Salah satu hasil strategis dari kunjungan ini adalah adanya potensi besar dalam mendatangkan investor yang tertarik membangun pabrik atau memperluas unit produksi di KEK dan FTZ. IKAPEKSI Indonesia siap menjadi jembatan komunikasi antara pelaku usaha di luar negeri—terutama Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan—dengan pengelola kawasan dan pemerintah daerah.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, berbagai stakeholder berharap tercipta ekosistem industri yang sehat, efisien, dan saling menguntungkan. Investasi yang masuk juga akan mendorong transformasi ekonomi lokal dari berbasis sumber daya menjadi berbasis nilai tambah dan inovasi.
UMKM Anggota IKAPEKSI yang Siap Ekspor
Satu hal yang tidak kalah penting, anggota UMKM binaan IKAPEKSI Kepri juga diperkenalkan kepada pelaku industri dalam kawasan. Banyak dari mereka yang telah memiliki produk unggulan di sektor makanan, kerajinan, pertanian, dan jasa kreatif—dan kini telah siap untuk menembus pasar ekspor.
DPD IKAPEKSI Kepri menawarkan skema kemitraan berbasis supply chain, di mana UMKM lokal bisa menjadi bagian dari rantai pasok industri di KEK dan FTZ. Dengan strategi ini, UMKM tidak hanya bertahan, tapi naik kelas dan berdaya saing global.
Penutup
Kunjungan ke kawasan KEK dan FTZ di Bintan oleh IKAPEKSI Indonesia DPD Kepri membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor bisa menjadi penggerak nyata pembangunan ekonomi daerah. Mulai dari peluang kerja sama industri, dukungan terhadap program pemerintah, hingga pemberdayaan UMKM dan investasi, semuanya mengarah pada satu tujuan: mewujudkan SDM unggul dan ekonomi daerah yang tangguh dan mandiri.



