Media Nasional (medinas.id) — Ikatan Pengusaha Kenshusei Seluruh Indonesia (IKAPEKSI) DPC Tasikmalaya tampil sebagai narasumber dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Pendopo Baru, Rabu (12/11/2025) sore.
Ketua DPC IKAPEKSI Tasikmalaya, Candra Rasyid Farid, mengungkapkan bahwa kepengurusan IKAPEKSI Tasikmalaya baru resmi terbentuk sekitar satu bulan setelah menerima surat keputusan dari DPP IKAPEKSI. Ia menjelaskan, organisasi tersebut merupakan wadah bagi para alumni program magang IM Japan, yang berada di bawah pembinaan langsung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
“IKAPEKSI ini beranggotakan para alumni IM Japan, termasuk angkatan pertama sejak tahun 1965. Kami hadir untuk membuka peluang bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin mengikuti program magang ke Jepang,” ujar Candra.
Menurutnya, IKAPEKSI tengah menyiapkan program internship ke Jepang untuk mahasiswa minimal semester lima. Selain itu, lulusan teknik (engineer) juga berpeluang disalurkan ke berbagai perusahaan besar di Jepang yang membutuhkan tenaga profesional.
“Kami telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Uninus. Pada November ini, beberapa perusahaan ternama seperti Toyota, Lexus, serta manufaktur di Hamamatsu, Kaichi, dan Nagoya akan melakukan proses wawancara,” jelasnya.
Candra menambahkan, program magang khusus di bidang teknik maupun keperawatan memiliki prospek karier yang menjanjikan. Peserta berpeluang memperoleh penghasilan tinggi dan bahkan bisa bekerja secara permanen di Jepang.
“Untuk program engineer maupun D3 perawat (kaigo), gajinya bisa mencapai lebih dari Rp30 juta per bulan. Jika berprestasi, mereka dapat menetap, berkarier, dan bahkan membawa keluarga ke Jepang,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Ardiansyah Ali, menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses kaderisasi IMM yang disesuaikan dengan tema hari ini.
“Kegiatan ini termasuk dalam tahap Daurul Akham Madya yang digabung dengan Pendidikan Instruktur Dasar (PID). Tujuannya membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan yang bisa diterapkan di lingkungan Muhammadiyah maupun masyarakat luas,” katanya.
Ia berharap, seminar ini dapat membuka wawasan kader tentang peluang pendidikan dan karier internasional, terutama ke Jepang.
“Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk meniti karier dan melanjutkan pendidikan. Program magang ke Jepang bukan sekadar bekerja, tetapi juga sarana untuk belajar dan mengembangkan diri,” tutup Ardiansyah. (Gal)
Sumber: medinas.id



