Jambi – Ikatan Alumni Program Pemagangan Jepang Indonesia (IKAPEKSI) DPD Jambi menghadiri pembukaan serentak Project Based Learning (PBL) Batch I Tahun 2025 Smart Sector Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Selasa (30/7/2025) di Aula Satpel Pusat Vokasi dan Produktivitas (PVP) Jambi.
Acara tersebut dibuka secara virtual oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, yang terhubung ke seluruh unit pelaksana teknis pelatihan vokasi di Indonesia, termasuk Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan dan Satpel PVP Jambi.
Program PBL Dorong SDM Adaptif
Smart PBL merupakan model pelatihan vokasi berbasis proyek nyata. Program ini dirancang untuk mengasah keterampilan teknis (hard skills), kemampuan komunikasi dan kerja tim (soft skills), hingga pola pikir kritis dan inovatif.
Di Jambi, salah satu sektor unggulan yang dijalankan pada batch pertama ini adalah Smart Farming, yang dinilai relevan dengan potensi daerah dan tren ketahanan pangan.
IKAPEKSI DPD Jambi Dukung Transformasi Vokasi
Kehadiran IKAPEKSI DPD Jambi di acara ini menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mencetak tenaga kerja siap pakai. Ketua DPD IKAPEKSI Jambi menyampaikan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Satpel PVP Jambi dalam memperluas akses pelatihan bagi generasi muda.
Kolaborasi dengan SMART IKAPEKSI
Selain Smart PBL, IKAPEKSI Indonesia juga menjalankan SMART (Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu) pada 2025.
Program ini akan dilaksanakan di Jambi pada 20–24 Oktober 2025 dan berfokus menyiapkan tenaga kerja muda untuk magang di Jepang melalui pelatihan keterampilan, disiplin kerja, bahasa Jepang, dan pembentukan karakter.
Sinergi Smart PBL dan SMART IKAPEKSI dinilai dapat menjadi percepatan lahirnya SDM Jambi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga berdaya saing global.
Latar Belakang Smart PBL
Kemnaker RI meluncurkan Smart PBL sebagai bagian dari agenda transformasi pelatihan vokasi 2025–2029. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan dunia kerja modern, termasuk digitalisasi industri dan kebutuhan akan pekerja kreatif yang adaptif terhadap perubahan teknologi.



